Senin, 11 Juni 2012

Penelitian Pendidikan Bahasa 1


Ruang Lingkup Penelitian Pendidikan Bahasa
Oleh: Widhia Maudu'ah 
Dalam studi kebahasaan, dikenal adanya ilmu linguistik, yakni ilmu yang mempelajari seluk beluk bahasa secara ilmiyah dan sistematis. Selain daripada linguistik memiliki banyak cabang keilmuan, seperti psikolinguistik, antropolinguistik, berdasarkan tujuan pokoknya, linguistik dapat dibedakan menjadi linguistik murni (pure linguistics) dan linguistik terapan (applied linguistics).
Linguistic murni mempelajari bahasa secara umum dengan tujuan memperoleh gambaran mengenai aspek-aspek bahasa seperti  fonologi, morfologi, sintaksis dan semantik. sementara linguistik terapan diartikan sebagai ilmu yang mencoba menerapkan prinsip-prinsip linguistik untuk kepentingan praktis. dalam bahasa Anthony yang dikutip Endang Fauziati, linguistik terapan adalah : “ The portion of the body of accumulated knowledge called linguistics when are applied by practitioners of different discipline in doing their works.”[1]
Wilayah penerapan linguistik diantaranya adalah: di bidang pengajaran  bahasa, penelitian di bidang pemerolehan bahasa kedua, penerjemahan dan lain-lain. dalam hal ini linguistik terapan berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan antara 2 disiplin keilmuan. sejalan dengan ini, Corder memberikan penjelasan hubungan antara linguistik dan linguistik terapan. secara tegas, Corder mengatakan bahwa: “ linguistik terapan adalah seperangkat kegiatan/teknik yang menjembatani antara berbagai teori tentang  bahasa manusia pada satu sisi, dan kegiatan-kegiatan praktis dalam pengajaran bahasa pada sisi yang lain”[2]. Hal ini mengisyaratkan bahwa hubungan keduanya bukan hubungan langsung, melainkan linguistik memberikan bahan-bahan berupa seperangkat  teori kaitan dengan pengajaran bahasa.   
Sementara itu, ada beberapa orang yang menyebutnya dengan istilah “linguistik edukasional” dan ada juga yang menyebut “ linguistik paedagogis”. Jos Daniel Parera mengatakan bahwa linguistik edukasional adalah salah satu cabang linguistik terapan yang khusus menganalisis, menerangkan dan menjelaskan tentang praktek pelaksanaan pengajaran bahasa yang berlandaskan teori-teori kebahasaan[3]. di dalamnya dikupas 4 konsep utama yaitu  bahasa, pengajaran, belajar dan konteks.
Hal ini senada dengan concept map yang ditawarkan Pokja UIN Sunan Kalijaga yaitu salah satu dari beberapa model hubungan  pengajaran bahasa dengan ilmu-ilmu lain yakni model umum/ model Stern sebagaimana digambarkan  bagan berikut[4]:          
Dari keterangan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa penelitian pendidikan bahasa memiliki payung besar berupa linguistik terapan atau juga sebagai pintu masuknya ilmu metodologi penelitian pendidikan bahasa. Oleh karna itu ruang lingkupnya meliputi hal-hal yang masuk dalam pengajaran bahasa dan pemerolehan bahasa kedua serta problem-problem yang terjadi kaitan deengannya.
Hal ini sangat  berbeda dengan ruang lingkup penelitian pendidikan saja, bukan pendidikan bahasa. yangmana secara garis besar sebagaimana yang diungkap tyler tentang 8 wajah konseptual pendidikan yang menjadi landasan dalam penelitian pendidikan, yakni: mata pelajaran, pelajar, cara mengajar, guru, sekolah, lingkungan rumah, lingkungan kawan sebaya dan lingkungan masyarakat. Dari itu, nampak jelas sekali bahwa pintu masuk keduanya memang berbeda, MPP dari pendidikan dan MPPB dari linguistik terapan.



[1] Endang Fauziati, Reading on Applied Linguistics, (Surakarta: Muhammadiyah University Press, 2002),Hlm. 5
[2] S.Pit Corder, “ Applied Linguistics and Language Teaching” dalam Alen J.P.B dan Corder (ed), Papper in Applied Linguistics, (Oxford: Oxford UP, 1980).
[3]  Jos Daniel Parera, Linguistik Edukasional ke-2 (Jakarta;Penerbit Erlangga, 1997), Hlm. 3
[4]  Drs. Syamsuddin Asyrofi, MM, dkk, Naskah Buku Ajar Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab, (Yogyakarta: Pokja Akademik UIN Sunan Kalijaga, 2006), Hlm. 17

Tidak ada komentar:

Posting Komentar